Rabu, 27 Agustus 2014

Bahagia Adalah Cita-Cita


“Maaf, anda tidak lolos.”

Bosen. Itu pikiran dari benak gue setiap kali baca tulisan itu di layar komputer gue. Dalam sebulan, gue udah 3 kali baca tulisan itu. Sebenernya gue juga kecewa sama pendidikan di Indonesia, temen gue yang kerjanya di sekolah selengean, bisa masuk dengan mudah ke Universitas Negeri. Alasannya jelas, bokap dia jadi rektor di Universitas itu. Ngga adil, dunia di desain se-demikian rupa sulitnya cuma untuk lihat orang lain yang bisa memiliki apa yang sudah gue perjuangin. Ujian yang sesungguhnya buat gue bukanlah UNAS atau UPRAK, tapi mau kemana dan jadi apa setelah lulus itu baru ujian.

Pas TK, gue juga ditanyain sama keluarga mau jadi apa setelah besar. Gue jawab jadi Pilot, alasannya bisa terbang ke mana aja, jalan ke mana aja. Pas SMP gue sadar, pilot itu butuh mata yang normal untuk bekerja, sedangkan mata gue rabun, akhirnya gue ngelepas cita-cita itu.

Gue inget, pas SD, gue perpisahan dan gue ditanyain apa cita-cita gue sama guru gue, gue jawab dengan polosnya “Dokter”. Karena mungkin pengetahuan gue saat itu terbatas, jadi yang paling enak ya jadi dokter. Ditanyain kenapa jadi dokter, alasannya simple “Pengin menolong orang.” Beda sama yang punya cita-cita karbitan jadi dokter, pasti alasannya “Biar bisa dapet duit banyak”. Tapi lama-lama, semua akan tersadar bahwa semua yang diinginkan, ngga semuanya terkabul. Gue lemah di matematika, gue ngga masuk SMA kelas IPA dan pada akhirnya gue sadar kalau dokter hanyalah bayangan semu untuk di-raih.

Gue akhirnya ngerti, kalau bercita-cita itu jangan tinggi-tinggi, tapi bercita-cita yang banyak, sehingga pas salah satu udah mungkin ngga terkabul, masih banyak cita-cita yang lainnya. Dan cita-cita bukanlah sekedar profesi, melainkan apa tujuanmu selanjutnya yang harus dan pantes lo perjuangin. Tuhan menciptakan rencana juga mungkin ngga sesuai cita-cita lo, tapi Tuhan merencanakan apa yang pantes buat lo.


Gue emang cuma lulusan SMK Negeri yang belum punya banyak pengalaman dan bukan anak juragan tanah, apa skill gue? Ngga pernah bisa buat gue tunjukin, karena kelebihan gue cuma punya passion. Yang paling gue inginin saat ini simple, yaitu bahagia dan bikin orang tua bangga, itu adalah hal yang ngga diajarin sekolah. Dan apa jawaban gue pas orang bilang apa cita-cita lo? Gue akan jawab cita-cita gue pengin jadi bahagia.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar