Senin, 22 September 2014

Film Yang Bisa Gue Petik Maknanya Part III

Hai hai.. udah lama ngga bahas film nih ya. Kali ini gue mau ambil makna film-film ber-rating 8+ di IMDb, apa aja filmnya? Yuk mareee~


The Shawshank Redemption
Film tahun 1994 ini ber-rating 9,8 di IMDb. Bercerita tentang pegawai negeri, Andy yang dituduh membunuh istrinya yang sedang tidur sama pemain golf. Selama dipenjara, Andy cuma twitteran dan selalu bersukap baik, akhirnya Andy jadi seorang pegawai keuangan di penjara. Di keuangan, Andy tau kalau penjara itu udah memakan duit kotor, mulai dari pemerasan sampai korupsi. Suatu ketika, Andy kenal orang di penjara bernama Tommy, in case Tommy pernah di penjara dan se-penjara sama orang Russia. Nah orang Russia ini, pernah cerita ke Tommy kalau dia pernah ngebunuh orang di ranjang, orang tersebut adalah pemain golf yang lagi tidur sama seorang istri pegawai negeri. Andy ngga terima, doi komplain ke kepala penjara dan ngga dikabulin. Tommy di bunuh karena doi udah dianggap sebagai saksi yang bisa aja jadi bom waktu. Andy merasa kesal, dia kabur melalui terowongan dari tembok penjara yang udah di gali Andy selama 10 tahun. Andy udah bebas, saatnya doi beraksi, dia ngelaporin kejahatan di penjara Shawshank, korupsi yang dialuin bosnya, sampai pembunuhan tawanan di sel itu. Semua pegawai di sel itu ditahan dan kepala penjara bunuh diri sebelum di tahan. Makna film ini adalah, even nice people have their limits, elo harus ngerti kalau ngga semua burung ditakdirkan untuk “dikurung”, sometimes lo harus ngelepasinnya. Dan saat burung itu pergi, lo akan sadar kalau mengurung mereka itu dosa.


Silver Lining Playbook.

Tentang dua orang yang kelainan, Pat dan Tiffany. Pat adalah seorang penderita bipolar, dia dikurung di panti rehabilitasi karena mukulin orang yang kepergok mandi bareng istrinya. Selama di rehabilitasi, istrinya ninggalin Pat karena Pat sudah keterlaluan. Jennifer Lawrence, sebagai Tiffany, yang pecandu seks, ditinggal mati sama suaminya. Dia menjadi tambah “Liar” semenjak ditinggal suaminya. Suatu ketika, Pat ketemu Tiffany, Tiffany langsung pengin “gituan” sama si Pat, nah si Pat sendiri, masih ngga bisa move on dari istri lamanya, dia ngga sadar kalau istrinya udah ngga peduli sama dia. Kejadian terjadi di sini, Tiffany ikut lomba balet, doi ngga ngerti harus ngajak siapa. Yang ada cuma Pat. Pat dijanjiin sama Tiffany kalau ngebantuin ikut lomba balet, doi bakal bantu ngirimin surat untuk istrinya. Selama latihan balet, rasa pengen “gituan” Tiffany hilang, dia udah nyaman sama Pat sama suatu hal; kebersamaan. Surat itu ternyata ngga dibales sama istrinya, tapi sama Tiffany sendiri. Isi surat itu adalah nunjukin kalau Pat harus ninggalin apa yang dia kejar; mantan istrinya. Akhirnya, Pat sadar kalau selama ini ada yang lebih nuggu dia dari pada dia nunggu mantan istrinya; yaitu Tiffany. Makna film ini dalem banget, ketika kamu masih ngejar seseorang yang sudah hilang, sebenernya ada seseorang baru yang ‘muncul’ di hidupmu even kamu ngga nyadari itu. Dan, ngga perlu lihat kekurangannya. Malah, lihat kekuranganmu sendiri, apa pantes lo ngejudge kekurangannya?


Don Jon

Playboy narsis, bernama Jon ini suka banget ganti-ganti kutang cewe. Singkat cerita, dia jadian sama cewe cakep, seksi, dan tidurinable,  Barbara yang diperanin Scarlett Johansson. Jon selalu nurutin apa yang dikatain Barbara, karena dasarnya dia emang cinta. Tapi, Barbara ngga pernah ngerti Jon dan kebiasaannya, nonton bokep. Jon ngga mau ninggalin Barbara, akhirnya Jon diem-diem nonton bokep itu. Suatu ketika, Jon ketemu Esther, cewe tua yang janda. Esther ngerti banget kebiasaan cowo macem Jon. Awalnya Jon juga ngga suka sama Esther karena menurutnya doi kepo banget. Hingga akhirnya Barbara mergokin Jon sering bokepan. Dan mereka putus. Jon akhirnya sadar, kalo Barbara emang ngga pantes buatnya. Akhirnya dia deketin Esther, seorang janda tua yang sudah dewasa, dan selalu ngerti. Esther juga berhasil ngerubah Jon buat ngga nonton bokep lagi. Makna film ini ngga jauh dari yang diatas, jadi, sooner or later kamu akan “jatuh” ke dia yang selalu ngertiin elo dan support elo. Ngga peduli dia udah tua, atau fisiknya yang kurang. Dia yang ngga mentingin dirinya sendiri, jauh lebih menggoda daripada dia yang seksi tapi ngga pernah paham sama elo. For your information guys, kalau nonton film ini jangan pas ada orangtuamu ya! :p


The Fault In Our Star

Okay, okay. Ngga usah gue ceritain, cewe-cewe mall juga pada ngerti film ini. Tentang sepasang kekasih yang memiliki kangker, yang diperanin sama bintang Divergent, Ansel Elgort, sama Shaneley Woodley. Yup, untuk urusan mesra, gue emang iri sama mereka. Tapi tunggu, gue ngga mau bahas kemesraan mereka di film ini, gue mau bahas ibunya. Ketika Gus (Ansel) memasuki masa-masa kritisnya, Hazel (Shaneley) diminta untuk membacakan pidato pemakaman di gereja. Pas pamit, Ibu Hazel nyuruh Hazel untuk makan supaya sehat. Hazel bilang, “ngapain makan supaya sehat? Toh, aku sekarat, aku juga akan mati.” Ibunya jawab, “bahkan ketika kamu mati, aku akan selalu jadi ibumu, hal terbaik yang pernah aku perankan dalam hidup.” Kata Hazel, “itu yang aku takutkan, Ibu bakal sedih kalau aku ngga ada.” Ibunya jawab lagi, “Kehilanganmu? Pasti Ibu sedih, tapi...hidup meski menderita itu masih bisa dijalani. Kamu harus jalani hidupmu.” Pesan moral conversation ini dapet banget; you gotta be move. Se-parah apa pun hidup dan masalahmu, kamu diciptain di dunia ini ngga percuma. Kamu masih bisa ngebantu orang lain, jadi seseorang yang spesial di mata orang lain, walaupun sementara seperti Hazel.


Captain America: The Winter Soldier

Strategist Hazard Intervention Enforcement Logistic Divison, atau S.H.I.E.L.D  dirasuki sama agen Nazi, HYDRA yang punya project sama kaya S.H.I.E.L.D, yaitu nge-jadiin orang untuk abadi. Adalah Bucky, teman masa kecil Steve Rogers (Captain America). Di film ini, Bucky di cuci otaknya sama HYDRA, disuruh untuk ngancurin S.H.I.E.L.D. Sebagai teman lama dari tahun 1944. Iya 1944, gue ngga typo, tentu Steve heran kenapa bisa dia masih hidup dan jadi jahat. Singka cerita, di pesawat S.H.I.E.L.D, dua sahabat ini ketemu untuk ngelakuin tugas penting. Setelah Steve selesai ngelakuin tugasnya, dia nolong Bucky yang kakinya kejepit reruntuhan pesawat. Steve bilang ke Bucky, kalau dia adalah teman sehidup sematinya. Kalau Bucky mau selesaiin misinya, yaitu bunuh Steve, silakan, karena Steve yakin mereka udah ditakdirkan bersama. Bucky, yang dasarnya emang udah ngga punya “otak” tetep aja ngehajar Steve. Dan Steve ngga ngelawan karena ini urusan pribadi, ngga nyangkut S.H.I.E.L.D. Film yang gue rating 8 di IMDb ini ngajarin gue untuk bagaimana cara jadi profesional, bisa bedain mana urusan kerjaan sama urusan pribadi. Lawan ngga harus di lawan. Terutama kalau lawan kita adalah teman sendiri.

Yoi, gue rasa itu semua film yang maknanya bisa gue share. Untuk bisa tahu, and bisa ngerasain maknanya lebih dalem, silakan ditonton. Akhir kata, see you next post! J




Tidak ada komentar:

Posting Komentar