Kamis, 04 September 2014

Kumpulan Puisi Gue

Udah 3 Tahun ini, entah berapa tulisan yang udah gue buat, mulai itu sekedar cerpen, blog, bahkan puisi. Sebenarnya gue ngga suka nulis, gue cuma suka baca dan suka ngedit apa yang udah gue baca. Gue selalu nyimpen cerita gue di laptop, tapi udah ilang semua semenjak di reinstall tahun lalu.
Iseng-iseng gue obrak-abrik foto galery, gue nemu tugas tahun lalu pelajaran Bahasa Indonesia, membuat puisi. Gue comot puisi itu dari draft kumpulan puisi gue. Gue juga kasih temen gue yang ngga mau nulis puisi. Dan ini adalah gambar tugas, dan tulisan teks puisi gue, gue tulisin biar jelas tulisannya, disimak ya... :D

Yang peratama, judulnya Sehelai Pertemuan. Tugas gue sendiri. Tentang asmara.


Ingat kah kamu pertemuan pertama kita?
Kala itu, aku masih menamaimu orang asing
Kita bertukar senyum dalam bising
Kita bertukar pikiran dalam risau

Aku rasa kita cocok, aku martabak, dan kamu manis
Aku berpikir kelak kita akan menua bersama
Kelak kita akan menggendong momongan bersama dan bercucu
Dan engkau adalah orang asing yang ingin ku peluk sebelum mati

Tapi kehidupan tak berjalan mulus, aku tahu itu
Aku kira kasih sayang adalah tanpa mengenal pergi
Mungkin kita belum cukup telanjang untuk ber-cermin
Kita bagaikan pasangan yang saling menunggu untuk dijemput

Takdir setiap manusia tak sejalan
Aku lebih banyak membisu dalam rindu
Engkau bercengkrama dengan yang lain
Dan cerita kita bagaikan penulis yang kehabisan tinta. Habis, tak berlanjut

Yang kedua, gue bikinin buat sohib gue, tentang pahlawan. Judulnya gue lupa. :p


Oleh hari yang terus berlanjut, kita meneriakkan luka
Tentang luka yang berdarah
Darah yang ternoda di bendera bangsa
Bangsa kita ingin mengenal sudah

Perjuangan kita akan melahirkan sejarah
Sejarah yang mungkin tidak dikenang
Dikenang karena kemerdekaan
Kemerdekaan yang tak pernah dianggap

Suatu petang, dua corong senapan akan menjemput kita
Kita yang saling meninggalkan nafas
Nafas yang hilang karena sebutir peluru
Peluru terakhir yang memberi batu nisan

Aku hanya ingin mengukir kebebasan
Kebebasan bangsa kita yang sudah lama kita lupakan
Kita lupakan karena segerombolan orang
Orang-orang barat yang tidak berperikemanusiaan

Yang ketiga, judulnya Tersenyum Ia Pada Cermin Hati, puisi tentang Ibu. Tugas temen gue yang dibilangin sohib gue kalau doi dibikinin puisi sama gue.


Kagum aku dengan orang itu
Raganya seakan tak pernah ditampar oleh dunia
Aku hanya diutus diam dan bahagia
Disaat dia dipacu dengan bulir terik matahari

Musuh abadinya adalah menghidupiku
Teman sejatinya adalah senyumku
Desah demi desah, ia coba membesarkanku
Paras indahnya seakan habis karenaku

Suatu malam, dia pulang dengan wajah kusut
Harga senyum semakin mahal katanya
Mungkin cangkang jiwanya udah taman
Dia hanya tersenyum pada cermin yang sudah mati

Berikutnya, puisi yang iseng-iseng gue print sekalian, siapa tahu ada temen gue yang belum nyelesaiin tugas, dan akhirnya jadi tugas temen gue juga. Songong kan gue~ judulnya Penyesalan Terbesar. Tentang penghibur malam birahi pria hidung belang yang insyaf.


Seolah malam ini datang tanpa menyapa
Mungkin waktu terlalu cepat bagiku
Seolah tubuh ini mati rasa tak merasakan angin
Mungkin sang bayu enggan menatapku

Aku selalu pulang dengan membawa tubuh yang tak bisa dikendalikan
Yang aku tahu hidup itu hanya sekedar melayang dan menghilang
Teriak panjang jiwaku ingin menyudahi perbuatan ini
Aku ingin melawan iblis yang ada di dalam otakku ini

Aku adalah anjing yang menkhianati tuanku
Badanku anjing, tuanku adalah kesombongan
Aku bejat, aku anjing
Itulah diriku sebelum mengenal iman dan Tuhan

Bersama dia, aku tak pernah merasakan sendiri
Ayat-ayat suci seakan berbisik kepadaku
Setelah menemukan dia aku bukanlah lagi anjing
Aku adalah seorang budak, budah dari segala kebaikan dan kasih sayang

YANG TERAKHER NEEH~  gue buatin khusus buat mantan calon gebetan gue, buat gadis yang gue sukai selama setahun lebih, gue buatin khusus. Judulnya Sepotong Senja Di Kota Tua, tentang keindahan, sama indahnya kaya pas gue masih suka yang punya tugas ini.


Dari keramaian, aku membuat hening
Dalam terang, aku membuat rapuh
Oleh indah, aku membuat nyata
Dengan hari, aku membuat dunia

Aku suka menikmati hal kecil di sekitarku
Mengikuti alunan ketika malam larut
Orang bilang itu adalah sepotong senja
Aku bilang itu adalah puisi Tuhan

Puisi yang aku nikmati di atas rumah
Rumah kecil di kota tua
Aku suka puisi Tuhan yang tak ber-aksara
Jingganya selalu menggambarkan semua tentangku


Yup itu semua beberapa kumpulan puisi-puisi gue, ngga bagus sih, tapi lumayan lah. Feel free buat di-copas untuk tugas, ya. Akhir kata, see you next post!




Tidak ada komentar:

Posting Komentar